Untukmu yang Sedang Tertekan dengan Nikah Muda, 5 Hal Ini Mungkin Bisa Menguatkanmu

Sering tertampar dengan pertanyaan Kapan nikah? lebih baik kamu merenungi 5 hal di bawah.
Untukmu yang Sedang Tertekan dengan Nikah Muda, 5 Hal Ini Mungkin Bisa Menguatkanmu

Mulai dari melihat banyaknya friendlist di sosial media yang posting tentang pernikahannya masing masing, orang tua atau kerabat yang sudah mulai bertanya, sampai-sampai nafsu yang semakin membara.

Tidak heran jika pada akhirnya kamu akan merasa tertekan dengan yang namanya Nikah Muda.

Rasanya seperti ingin sekali cepat-cepat nikah muda dan mengakhiri perasaan tertekan itu.

Ya, perasaaan yang saat ini mungkin sedang dialami oleh sebagian orang yang lahir pada generasi 90-98 karena secara kalkulasi umur, merekalah yang saat ini menjadi golongan utama dari sebuah topik pernikahan.

Bagi kamu yang mulai mengalaminya dan semakin cemas dengan kapan nikah, 5 hal berikut bisa kamu pahami untuk menguatkan dan menyadarkan kamu bahwa menikah bukanlah ajang balap dan bukan sesuatu yang harus direbutkan siapa cepat dia dapat.

Mulailah dengan Melihat Dirimu Sendiri, Jangan Malu untuk Mengakui Kalau Kamu Memang Belum Siap

Mulailah dengan Melihat Dirimu Sendiri, Jangan Malu untuk Mengakui Kalau Kamu Memang Belum Siap

Terkadang kita sulit sekali mengakui kalau diri kita sebenarnya masih belum siap menikah seiring semakin membesarnya rasa ingin cepat-cepat nikah.

Janganlah seperti itu, kuatkanlah pemikiran bahwa menikah bukanlah permainan yang jika sudah kamu lakukan maka kamu sudah selesai dan sudah puas dengan itu.

Coba lihatlah diri kamu yang sekarang, apakah kamu sudah pantas untuk mempunyai keinginan menikah? Kamu bisa melihat dari semua sisi tentang diri kamu mulai dari sikap, finansial, mental, dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan.

Rezeki Orang Menikah Memang Sudah Dijamin, Tetapi Jangan Lupakan Kenyataan

Rezeki Orang Menikah Memang Sudah Dijamin, Tetapi Jangan Lupakan Kenyataan

Rezeki atau Ekonomi biasanya menjadi faktor utama seseorang akan diukur sudah siap menikah atau belum, terlepas diluar sana banyak juga yang menikah serta baik-baik saja meskipun dari segi ekonomi belum terlalu mentereng.

Bicara soal Ekonomi dalam sebuah pernikahan, kamu pasti sudah tahu bahwa Rezeki orang yang menikah itu sudah dijamin dan banyak orang yang pada akhirnya justru sukses secara finansial setelah menikah.

Jadi kamu harus meyakini akan hal itu.

Namun disisi lain, kamu juga tidak boleh melupakan kalau setiap orang mempunyai batas kekuatan untuk bertahan, sebagai orang yang akan menikah bukankah lebih baik kita menyiapkannya (finansial) dulu sebelum memutuskan menikah?.

Dengan harapan nantinya saat sudah menikah, setidaknya kita sudah merasa tenang sehingga meminimalisir hal-hal yang akan membuatmu merasa berat dalam menjalani pernikahan.

Menikah Bukan Adu Balap yang Siapa Cepat Dialah Pemenangnya

Menikah Bukan Adu Balap yang Siapa Cepat Dialah Pemenangnya

Menjalani pernikahan adalah 100% tentang dirimu sendiri, mulailah untuk tidak membandingkannya dengan waktu-waktu orang lain.

Setiap orang mempunyai waktunya sendiri-sendiri. Orang boleh sama dalam hal jam makan, jam kerja, jam sekolah, jam tidur. Tapi tidak untuk sebuah pernikahan.

Memang akan sangat berat karena disisi lain kita hidup dengan orang lain terutama teman seumuran, kita tidak akan bisa mengalihkan penglihatan kita terhadap orang disekitar. Melihat banyak temanmu yang sudah menikah lalu kamu mulai merasa cemas mengenai kapan dirimu akan mencapai hal itu, bakal kamu alami terus menerus.

Maka dari itu yang bisa mengalahkan perasaan itu adalah perasaanmu yang lain.

Ya, perasaanmu soal menikah bukan ajang adu balap harus lebih kuat dan lebih besar dari perasaan terburu-buru menikah karena melihat orang lain.

Menguatkan perasaan bisa dimulai dengan merenungkan dan menanamnya dengan baik di pikiran kita, ubahlah mindset agar perasaan seperti itu bisa tumbuh dengan baik.

Cobalah Membuka Matamu Lebar-lebar bahwa Kamu Tidak Sendirian

Cobalah Membuka Matamu Lebar-lebar bahwa Kamu Tidak Sendirian

Hidupmu lebih baik dari mereka, namun mereka hidup lebih baik darimu.

Saat kamu merasa bahwa kamu adalah orang yang paling menderita, ada banyak bayangan dibelakangmu yang mengalami hal yang sama bahkan lebih berat darimu.

Namun karena hanya bayangan dan itupun ada dibelakangmu, maka kamu seolah-olah tidak memperhatikannya padahal itu sesuatu yang sangat dekat.

Yakinlah bahwa diluar sana banyak orang yang mengalami hal sama seperti kamu, masalahnya hanya pada kamu yang tidak melihat mereka dengan baik.

Contoh lainnya bisa kamu pikirkan dari segi ekonomi, kalau kamu merasa belum cukup dengan sesuatu yang kamu punya sekarang, lalu bagaimana dengan mereka yang hampir tidak punya apa-apa?

Namun terkadang orang yang lebih sulit dari kamu justru bisa lebih baik hidupnya dari kamu, mereka merasa baik-baik saja dan tidak menderita padahal memiliki masalah yang sama dari kamu.

Maka dari itu cobalah untuk memperbanyak melihat orang lain agar kamu merasa tidak sendirian dan memang pada dasarnya kamu tidaklah sendirian.

Mulailah Untuk Fokus dengan Sesuatu yang Kamu Jalani Saat Ini dan Memperbaiki Beberapa Hal

Mulailah Untuk Fokus dengan Sesuatu yang Kamu Jalani Saat Ini dan Memperbaiki Beberapa Hal

Hidup adalah perjalanan dan untuk sampai ke tujuan, kamu tidak bisa hanya melihat dan memikirkan tempat tujuanmu tanpa memperhatikan perjalananmu.

Maka dari itu mulailah untuk fokus pada menjalani segala sesuatu yang kamu punya saat ini, memperbaiki beberapa hal, sampai akhirnya kamu sampai ditujuan di waktu yang tepat dalam sebuah pernikahan.

Semoga dengan membaca artikel di atas bisa menjadikanmu setidaknya merasa tertampar dengan harapan kamu bisa tersadar. Ingatlah bahwa setiap orang mempunyai jodohnya sendiri, mengenai kapan waktunya juga ada waktunya sendiri-sendiri.

Digital Pers
Digital Content Creator: Website, YouTube, Facebook, Twitter, TikTok dan Platform-platform Social Media Lainnya